Tempat Wisata di Solo untuk Penggemar Barang Antik

Tempat Wisata di Solo untuk Penggemar Barang Antik. Pasar Triwindu adalah pasar barang antik / loak di Solo. Pasar ini terletak di pusat kota dan merupakan surga bagi orang-orang yang tertarik dengan barang antik (belati Jawa, boneka kulit, dekorasi, dll). Tentu saja Sobat harus berhati-hati saat berbelanja di sini. Sama seperti Jalan Surabaya di Jakarta sebab ada juga produk palsu yang dijual di sini.

Berbelanja di Pasar Triwindu bagi pencinta barang antik tentunya pengalaman yang menyenangkan. Menjelajahi Pasar Triwindu yang terletak pada tempat wisata di Solo terasa seperti berjalan melewati museum. Pasar relatif rapih dan bersih cukup bagus untuk referensi belanja, atau hanya mengambil beberapa foto. Atau hanya menikmati jalan-jalan sore jika Anda mencari tempat wisata di Solo yang santai namun menarik.

Mereka yang telah terbiasa dengan perburuan barang antik di Indonesia mungkin menyadari bahwa sebagian besar  belanja dilakukan secara langsung di rumah pedagang barang antik. Perburuan, penemuan, dan pembelian barang-barang dari penjual ini adalah pengalaman pribadi yang sangat berharga.

Tempat Wisata Solo

Tetapi harus diakui bagi sebagian besar pembeli barang antik biasa dibutuhkan banyak upaya untuk menemukan tempat yang tepat, dan sering kali orang tidak memiliki cukup waktu untuk bernegosiasi. Pusat-pusat antik adalah tujuan yang nyaman di mana pengunjung dapat menelusuri beragam pilihan barang oleh sejumlah besar toko-toko yang menyediakan barang khusus ini. Surakarta (kota Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai Solo) adalah tuan rumah bagi salah satu pasar paling terkenal, Pasar Triwindu.

Baca Juga:  Tempat Wisata Yang Ramai Dikunjungi Saat Lebaran

Menyusuri Jalan Diponegoro pengunjung akan disambut oleh patung-patung raksasa Mimi dan Mintuna (pasangan Jawa melambangkan harmoni), duduk di tiang depan arsitektur Jawa. Pasar Triwindu yang telah direnovasi menjadi salah satu tempat wisata di Solo yang paling diminati oleh para turis dan juga para kolektor antik yang serius.

Bersih dan rapih adalah kesan pertama saat melihat Pasar Triwindu meskipun aroma debu, karat, dan jamur yang tampak jelas masih dapat membuat pembeli sesekali bersin (ini adalah bagian dari pesona berburu antik). Lorong-lorongnya relatif murni berkat tidak hanya bagian sanitasi saja, tetapi inisiatif penjual sendiri memang baik. Trotoar berukuran cukup luas dan stuktur lantai membuat pengunjung dapat melalui jalanan di banyak lorong dengan mudah.

Meskipun kadang-kadang barang antik yang ditampilkan tumpah ke jalur pengunjung, dan ornamen yang tergantung di langit-langit akan membuat pembeli terkadang menjadi bebek ( bejalan sedikit menunduk). Arsitektur klasik bangunan Jawa melengkapi barang-barang penjual.

Suasana umum di Pasar Triwindu sangat hidup berkat banyaknya jumlah barang yang dipajang serta penjual yang ramah. Berjalan-jalan santai di kompleks ini adalah pesta visual bagi mata, dengan hampir setiap kios dipenuhi ratusan pernak pernik.

Meskipun populer di kalangan wisatawan, pasar juga melayani para kolektor barang antik yang serius. Seperti alat musik kuno, alat-alat olahaga, dll. Seperti banyak pasar sejenisnya, tawar menawar adalah suatu keharusan di Pasar Triwindu. Negosiasi tentunya diperlukan, dan penawar dapat mengurangi harga yang diminta sekitar setengah atau bahkan lebih.

Baca Juga:  Pilihan Tempat Wisata di Kuningan Yang Paling Populer

Beberapa pemilik toko juga menjalankan bisnis mereka secara online atau melalui telepon.

Adakah Pengalaman Berharga yang Dapat Kita Rasakan Saat Berkunjung ke Tempat Wisata di Solo ini?

Menemukan keingintahuan dan keunikan adalah salah satu bagian paling berharga untuk pengalaman, dan Pasar Triwindu memiliki banyak hal. Taxidermy cakar hewan, album foto keluarga, buku harian pribadi, dan bahkan peluru rudal hanyalah beberapa (dan mungkin lebih umum) keunikan yang bisa ditemukan. Meskipun jumlah barang yang dipamerkan luar biasa, memiliki kesabaran dan mata yang tajam akan mengungkapkan banyak benda langka dan unik.

Pasar Triwindu berusia 75 tahun yang sudah direnovasi adalah keharusan agar pengunjung maupun wisatawan dapat melestarikan tempat wisata di Solo ini. Koleksi barang-barang. Bahkan jika seseorang meninggalkan pasar dengan tangan kosong, berjalan melalui lorong-lorongnya. Dan menjelajah barang-barang antik dari era yang berbeda akan kembali berkunjung ke tempat wisata di Solo ini.

Leave a Reply